Sunday, April 23, 2017

Temukan takdirmu

Judul tulisan kali ini adalah menemukan Takdir Kita
Kita semua tahu bahwa setiap org punya bakat dan hobi yg sekaligus mereupakan kelebihan setiap individu.
Dunia ini panggung sandiwara, kita punya peran masing-masing yg harus kita tempati dan isi untuk ambil bagian dlm proses kesempurnaan kehidupan.
Untuk menemukan Path and Core value alias hasrat dn keinginan yg betul datang dari diri kita,kadang butuh waktu lama dan proses yg panjang, sangat beruntung sekali kalau kita menemukannya sedini mungkin,
Saya sendiri butuh sampai umur 25 thn baru berani mengikuti hasrat dan bakat saya meski dgn rasa ragu dan ketakutan, memberanikan diri dan tekat yg kuat itulah yg menjadi kekuatan dlm proses perjalanan panjang perjuangan demi  my Path and core value diri saya sendiri yg telah lama terpendam dan wajib saya perjuangkan,
Sekarang saya berdiri gagah di tengah pelatih renang dari berbagai negara dgn latar belakang luar biasa, mereka lahir di keluarga mapan dan dari negeri modern seperti USA . Eropa dan Jepang.
Belajar renang dari usia dini dgn pelatih dan fasilitas Internasional, menghabiskan waktu kanak-kanak dan remaja mereka di lingkungan club  swiming yg sudah pasti harus mengikuti kompetisi tingkat international, malah ada yg berkompetisi di ivent sekelas olimpiade.
Bekerja di swimming club yg diisi orang-orang kaya dan terkenal di tokyo beserta exspat kelas kakap dari manca negara, kami di gaji sangat baik, malah saya termasuk yg bergaji Tinggi melebihi beberapa pelatih asli jepang dan bule yg dtg dar background jauh di atas saya, ya kita-kira perbedaannya seperti langit dan bumi lah hahaha
Hanya dua atau tiga orang yg bergaji 50 jt kalo dirupiahkan, gaji tersebut udah jauh di atas upah rata-rata atau UMR Kota Tokyo yg berkisar 23 jt per bulan.
Dengan gaji dan fasilitas kehidupan yg baik tersebut, mungkin tidak mengejutkan buat atli renang olimpiade yg menghabiskan waktu puluhan tahun berlatih dan takterkira biaya yg telah di keluarkan disamping dedikasi yg tinggi dan pasti didukung penuh orang tua mereka, setelah selesai berkompetisi dan mendapatkan mendali olimpiade, saya dan banyak orang akan menerima dan maklum kalu sang atlit ahirnya bekerja di swimming club sebagai pelatih dan menerima gaji 50 jt perbulan , tanpa harus memikul tanggung jawab dan resiko sebesar seorang pilot yg bergaji sama di beberapa maskapai penerbangan.
Gaji 50 jt dan fasilitas bagus itu akan menjadi luar biasa kalo di dapat oleh seorang anak yg justru lahir di sebuah kampung yg jauh dari kemajuan kehidupan moderen seperti di negara maju.
Lahir di tengah keluarga yg sangat sederhana, besar dengan lampu togok ( lampu tradisional bersumbu kain dan bahan bakarnya minyak tanah) sekolah kadang nyeker ( tanpa alas kaki) dan belajar renang dengan nyemplung ke sungai sendiri , yg pada ahirnya menjadi karir yg menghasilkan uang dalam kehidupannya.
Air sungai yg kadang butek alias warna coklat di musim hujan dengan arus yang sangat deras, telah memakan banyak nyawa penduduk yg hidup sepanjang tepian sungai tsb. ini lah kolam renang alami yg menempa saya hingga mampu ngapung dan bergerak di atas air sungai yg ber arus deras, yah hanya berenang untuk survival aja, asal gerak dan tendang, yg penting tidak tenggelam, sangat berbeda dgn murid-murid renang saya di Tokyo ini.
Usia bayi 6 bln mereka udah masuk kursus renang dgn pelatih dan metode yg modern dan canggih.
Tidak heran di usia 5 thn anak-anak tersebut sudah mampu berenang dgn durasi yg lama dgn jarak sampai 2,5 km non stop, memiliki stamina juga teknik stroke yg sempurna, yap berenang yg sesungguh nya, free, back , breast and fly stroke, bukan seperti renang saya waktu kecil di kampung di sungai batang hari hahaha,
Justru inilah yg sangat penting, hidup di Tokyo, gaji 50 jt perbulan dan Istri orang jepang asli, itu hanya hasil dari perjuangan panjang dan do'a yg di kabulkan Allah, bukan bermaksud menyombongkan diri, jadi nilai penting dari cerita ini  justru proses pencapaian tersebut, ini point yg tak ternilai yg saya rasa wajib saya ceritakan dan berbagi, dengan harapan bermanfaat dan bisa memotifasi orang lain dalam mencari dan menjadi yg seperti diinginkan,
Dalam proses perjalanan panjang menuju Tokyo megapolitan ini, tentu banyak yg bertanya dan ingin tau ceritanya, cerita itu akan saya bagi dgn jelas, ini cerita nyata dan bukan kata- kata indah sang motivator yg kadang dia sendiri takpernah mengalaminya.
Saya katagorikan sebagai berikut.
1.asal usul atau latar belakang saya.
2. Kisah pendidikan atau sekolah yg hancur lebur hahaha
3. Masa transisi dan kerja di kampung.
4, menemukan Path dan core values diri sendiri ,
5.Action alias merantau tuk menggapai cita-cita
6.susah senang di rantau mencakup
   A. Pulau Bintan
   B. Pulau Bali
7, petualangan di beberapa negara

8, Go to Japan sampai saat ini
Ini bocoran buku yg lagi saya tulis, daokan cepat selesai, dan sukses juga berguna untuk semua.


Itulah cerita yg justru menjadi nilai penting untuk saya bagikan, dan insyaallah bermanfaat buat diri kita masing-masing beserta anak- anak muda yg menurut saya butuh motivasi dan role model yg nyata dalam menemukan jati diri mereka.
Stay up to date dgn blog ini, smoga saya mood dan punya waktu menulis untuk berbagi, wassalam n to be continue hahaha.

No comments:

Post a Comment