Fear the biggest dream stealer ( ketakutan adalah pencuri impian terbesar kita).
Semua orang pernah dan wajar merasa takut, termasuk diri saya sendiri, tinggal kita harus tau cara mengelola rasa takut tersebut.
Disinilah letak perbedaan antara pemenang dan pecundang, cara menghadapi rasa takut yg sama yg tentu saja sangat manusiawi,apalagi di saat dihadapkan dengan pilihan sulit, keluar dari comfort zone, atau memutuskan mengikuti keinginan hati sesuai passion dan core value diri kita masing-masing yg Allah bekali dengan bakat dan kemampuan tersendiri dan berbeda-beda.
Sebelum saya sampai menetap di Tokyo, takterhitung rasa takut itu mendera dalam perjalanan panjang dan berliku tersebut, saking sering nya, sehingga saya tau cara untuk menghadapinya,saya hanya tamatan MAN yg selesai dengan susah payah, jadi selebihnya hidup saya di jalanan nasib, disekolah kehidupan nyata, yg membiarkan saya berbuat salah, jatuh dan terluka, taka ada guru atau teman yg melihat kesalahan yg saya perbuat, tak ada aturan yg menyatakan salah dan gagal itu tidak baik dan di cap bodoh atau tidak berbakat.saya justru belajar dari kesalahan-kesalahan dan rasa kecewa dan takut yg saya alami, itulah guru saya, yg memaksa saya menghadapi rasa takut, keragu-raguan, dengan satu kata, just do it, yup, lakukan saja, kalo saya gagal, belajarlah dari kegagalan itu, and do it again, again and again , eventually I got what I want, yup kegigihan dan determinasi akan slalu membuahkan hasil.
Semua impian individu, dalam menggapainya itu ibarat naik sepeda, pada awalnya kita akan sering terjatuh dan tersungkur, bahkan luka-luka, namun pada ahirnya kita akan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan sepeda dan menikmati mengendarainya.
Bekas-bekas luka saat proses pembelajaran itu, akan terlihat indah dan manis untuk di kenang, setelah kita bisa mengendarai sepeda, tentu akan lebih mudah untuk mengendarai kendaraan bermotor ,bisa saja mobil.begitulah hidup, di saat kita mampu mengatasi rasa takut, mndapatkan target pertama kita, rasa keteguhan dan kekuatan jiwa akan terbangun, tak satupun lagi yg bisa menahan mu untuk menggapai mimpi, kecualli sang penguasa jagat berkata lain, dan ingat, sang pencipta menjadikan kita sebagai serpihan pazzle kehidupan yg di bekali peran masing-masing, ambil peran mu, mainkan sebaik2 nya, jangan kau mainkan peran lain yg justru bukan milik mu, itu tidak adil, itu menyakitkan dan korbanya jiwamu, jiwamu yg terdalam.
Rasa takut pertama saat saya memutuskan merantau ketempat tujuan yg sesuai hati. Adalah rasa takut yg sempurna, susah di gambarkan dengan kata-kata, ditambah orang -orang terdekat yg mencintai kita akan mencoba menasehati dan memberikan gambaran dan kemungkinan terburuk yg akan terjadi, tak ada yg salah dengan semua itu, itu bentuk kasih sayang alami dari orang terdekat dan mencoba menjauhkan kita dari kesukaran yg tidak semestinya.
Saat itu saya sibuk bebalok alias bisnis kayu gelondongan, namun jiwa saya udah tidak mampu lagi berbohong dan menjadi sesuatu yg lain, saya bekerja tidak dengan gairah. Saya merasa asing justru di tempat dan lingkungan yg membesarkan saya, saya ingin mencoba hidup di tempat pariwisata yg memberikan saya peluang untuk bekerja dan berbahasa asing yg sangat saya sukai, itulah suara hati saya yg terdalam, yg kadang berbisik dan sangat menganggu.
Masalahnya, kemana saya harus pergi??? Saya bukan tamatan sekolah pariwisata, bahasa ingris saya jauh dari kata cukup, dan saya tidak punya cukup uang buat ongkos perjalanan dan menetap
Sampai dapat pekerjaan,alasan sempurna yg membuat rasa takutku sebesar Raksasa, yg siap menerkam dan merobek jiwa.
Syukur alhamdulillah saya menghadapi sang raksasa dengan gagah, saya mulai membeli buku percakapan bhs ingris yg sebenarnya tak berarti apa-apa, dan untuk menghadapi kemungkinan terburuk lainya, saya mulai membuat kebun di depan rumah , mempersiapkan tubuh dgn kemungkinan terburuk, kasarnya, saya siap nyangkul di rantau dalam mengejar impian, sambil belajar otodidak percakapan bahasa inggris, untuk ongkos, saya ambil uang jamsostek waktu saya bekerja di perkebunan dulu, yg berjumlah 700 ribu.hanya itu saja???? Ya demi Allah itu saja yg saya lakukan, ahirnya saya melangkah dan bertekat bulat menggapai impian, menjadi peran yg Allah titipkan, agar kepingan pazzle kehidupan ini sempurna.
Saya memulai langkah kecil saya, langkah yg menciptakan ribuan langkah lagi kedepan, jauh dan jauh, di luar batas angan dan terka'an,Allah membiarkan melangkah bahkan berlari, melewati impian terliar sekalipun, dan sekarang saya sudah bisa tersenyum, sungguh kau akan dapatkan lebih dari yg kau minta, asalkan kau bersungguh-sungguh, Allah tak mengabulkan setiap keinginan kita, tapi satu hal yg pasti, dia tau apa yg pantas kita dapatkan sesuai usaha dan peran kita dalam kehidupan, jadi, bekerja di berbagai negara,menetap di Tokyo, punya pekerjaan bagus dgn gaji lebih dari cukup, punya istri orang jepang dan dikaruniai seorang anak, itu hanya bonus extra yg tak terduga,pada awalnya, sekedar hanya ingin jadi diri dengan mengikuti kata hati, meski hanya jadi tukang kebun, tapi di resort pariwisata yg membolehkan saya berbahasa ingris, sesederhana itu, karna kegigihan dan doa yg terkabulkan, karna ketakutan tak menciutkan nyaliku lagi, karna kekecewaan dan kegagalan adalah karib ku. Allah berikan lebih, yup melebihi mimpi terliar ku.untuk tau cerita lengkapnya, doakan buku saya terbit tahun ini, kita kupas tuntas semuanya, amiin.
Tokyo may 13. 2017
Benny,ed
Semua impian individu, dalam menggapainya itu ibarat naik sepeda, pada awalnya kita akan sering terjatuh dan tersungkur, bahkan luka-luka, namun pada ahirnya kita akan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan sepeda dan menikmati mengendarainya.
Bekas-bekas luka saat proses pembelajaran itu, akan terlihat indah dan manis untuk di kenang, setelah kita bisa mengendarai sepeda, tentu akan lebih mudah untuk mengendarai kendaraan bermotor ,bisa saja mobil.begitulah hidup, di saat kita mampu mengatasi rasa takut, mndapatkan target pertama kita, rasa keteguhan dan kekuatan jiwa akan terbangun, tak satupun lagi yg bisa menahan mu untuk menggapai mimpi, kecualli sang penguasa jagat berkata lain, dan ingat, sang pencipta menjadikan kita sebagai serpihan pazzle kehidupan yg di bekali peran masing-masing, ambil peran mu, mainkan sebaik2 nya, jangan kau mainkan peran lain yg justru bukan milik mu, itu tidak adil, itu menyakitkan dan korbanya jiwamu, jiwamu yg terdalam.
Rasa takut pertama saat saya memutuskan merantau ketempat tujuan yg sesuai hati. Adalah rasa takut yg sempurna, susah di gambarkan dengan kata-kata, ditambah orang -orang terdekat yg mencintai kita akan mencoba menasehati dan memberikan gambaran dan kemungkinan terburuk yg akan terjadi, tak ada yg salah dengan semua itu, itu bentuk kasih sayang alami dari orang terdekat dan mencoba menjauhkan kita dari kesukaran yg tidak semestinya.
Saat itu saya sibuk bebalok alias bisnis kayu gelondongan, namun jiwa saya udah tidak mampu lagi berbohong dan menjadi sesuatu yg lain, saya bekerja tidak dengan gairah. Saya merasa asing justru di tempat dan lingkungan yg membesarkan saya, saya ingin mencoba hidup di tempat pariwisata yg memberikan saya peluang untuk bekerja dan berbahasa asing yg sangat saya sukai, itulah suara hati saya yg terdalam, yg kadang berbisik dan sangat menganggu.
Masalahnya, kemana saya harus pergi??? Saya bukan tamatan sekolah pariwisata, bahasa ingris saya jauh dari kata cukup, dan saya tidak punya cukup uang buat ongkos perjalanan dan menetap
Sampai dapat pekerjaan,alasan sempurna yg membuat rasa takutku sebesar Raksasa, yg siap menerkam dan merobek jiwa.
Syukur alhamdulillah saya menghadapi sang raksasa dengan gagah, saya mulai membeli buku percakapan bhs ingris yg sebenarnya tak berarti apa-apa, dan untuk menghadapi kemungkinan terburuk lainya, saya mulai membuat kebun di depan rumah , mempersiapkan tubuh dgn kemungkinan terburuk, kasarnya, saya siap nyangkul di rantau dalam mengejar impian, sambil belajar otodidak percakapan bahasa inggris, untuk ongkos, saya ambil uang jamsostek waktu saya bekerja di perkebunan dulu, yg berjumlah 700 ribu.hanya itu saja???? Ya demi Allah itu saja yg saya lakukan, ahirnya saya melangkah dan bertekat bulat menggapai impian, menjadi peran yg Allah titipkan, agar kepingan pazzle kehidupan ini sempurna.
Saya memulai langkah kecil saya, langkah yg menciptakan ribuan langkah lagi kedepan, jauh dan jauh, di luar batas angan dan terka'an,Allah membiarkan melangkah bahkan berlari, melewati impian terliar sekalipun, dan sekarang saya sudah bisa tersenyum, sungguh kau akan dapatkan lebih dari yg kau minta, asalkan kau bersungguh-sungguh, Allah tak mengabulkan setiap keinginan kita, tapi satu hal yg pasti, dia tau apa yg pantas kita dapatkan sesuai usaha dan peran kita dalam kehidupan, jadi, bekerja di berbagai negara,menetap di Tokyo, punya pekerjaan bagus dgn gaji lebih dari cukup, punya istri orang jepang dan dikaruniai seorang anak, itu hanya bonus extra yg tak terduga,pada awalnya, sekedar hanya ingin jadi diri dengan mengikuti kata hati, meski hanya jadi tukang kebun, tapi di resort pariwisata yg membolehkan saya berbahasa ingris, sesederhana itu, karna kegigihan dan doa yg terkabulkan, karna ketakutan tak menciutkan nyaliku lagi, karna kekecewaan dan kegagalan adalah karib ku. Allah berikan lebih, yup melebihi mimpi terliar ku.untuk tau cerita lengkapnya, doakan buku saya terbit tahun ini, kita kupas tuntas semuanya, amiin.
Tokyo may 13. 2017
Benny,ed
No comments:
Post a Comment